Hari ini dan hari kemarin sama saja, sama-sama dosen pengajar nya tidak masuk, apakah mereka sedang sibuk dengan pekerjaan prioritas mereka diluar sana atau mereka lupa mereka memiliki jadwal mengajar hari ini atau mungkin mereka sudah malas karena sudah punya banya uang?hehe yang terakhir itu cuma bercanda, serius juga gak apa apa. Ditelpon berkali-kali hanya memberikan jawaban yang memusingkan mahasiswa.
Inilah satu permasalahan dari sekelumit masalah yang ada di fakultas ini, fakultas ekonomi dan bisnis, fakultas dengan mahasiswa terbanyak di Unikarta ini.
Setelah saya analisa, ada banyak kemudian kejanggalan-kejanggalan yang saya lihat. Yang pertama adalah tidak adanya sinergitas antara mahasiswa dengan pihak fakultas, maksud saya adalah kurangnya dukungan dari pihak fakultas untuk mahasiswa yang ingin menyalurkan kreatifitasnya, baik secara moril maupun materil. Sehingga yang terjadi saat ini adalah stagnansi di seluruh mahasiswa, mereka hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang). memang banyak mahasiswa yang memiliki kesibukan diluar sana, namun tak sedikit juga dari mahasiswa yang ingin menyalurkan kreatifitasnya tapi tidak difasilitasi dengan baik. Yang kedua adalah ketidak objektifan dosen dalam memberikan penilaian kepada mahasiswa. Saya sebenarnya tidak mengerti apa yang dinilai dari mahasiswa agar mendapat nilai yang baik. Apakah kemampuan mahasiswa menyerap materi? Saya rasa bukan, melihat banyak mahasiswa yang sangat baik dalam memahami materi tapi tetap saja nilainya buruk. Apakah intensitas kehadiran? Bukan juga, kendatipun mahasiswa setiap minggu hadir, lagi-lagi nilai yang muncul tidak juga sesuai harapan. Apakah keaktifan? Atau apakah kesopanan, atau mungkin dari cara kita "menjilat" dosen yang menentukan kita bisa dapat nilai. Entahlah, karena berapa mahasiswa juga telah memenuhi hampir memenuhi semua kriteria tersebut tapi masih mengecewakan. Ironisnya mahasiswa yang dirasa biasa-biasa saja dalam segala hal, malahan memperoleh nilai yang tinggi. Sangat membingungkan saya rasa. Yang ketiga, sepertinya kurang cocok ketika faklutas ini mengadakan atau memberi nama jurusan ini dengan nama "manajemen", Alih-alih jurusan manajemen, namun sangat kecolongan diwilayah manajemen pada realisasi memenej seluruh aspek dalam dirinya.
Agar tulisan ini tidak cenderung memihak kepada mahasiswa, saya juga ingin menyinggung para mahasiswa yang sudah kehilangan identitasnya sebagai mahasiswa. Mahasiswa dikenal dengan jiwa idealisnya, yang berpungsi sebagai penyambung lidah rakyat, tapi pungsi itu telah hilang secara total dalam diri mahasiswa. Jangan kan ingin menyambung lidah masyarakat, diri mereka sendiri saja yang sudah tenggelam, tidak bisa mereka selamatkan. Oleh karena itu, pihak yang paling berperan dalam mencapai tujuan akademisi adalah pada diri mahasiswa itu sendiri. Kita asyik dengan nyanyian melow yang hanya memunculkan kegalauan, sibuk dengan gaya-gaya terkini yang harus diikuti, diperbudak oleh gadget ciptaan manusia diluar sana yang semakin kaya tiap detiknya sampai lupa apakah sudah makan atau belum. sangat persis seperti prediksi nabi bahwa kuantitas banyak, tapi juga sebagai sasaran empuk untuk dinina bobokkan, disuapi, kemudian terlelap dalam tidur, perlahan digoreng dan disajikan di meja makan oleh kaum-kaum yang berkuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar